Minggu 05 September 2010
Text Size
   

Arti Lambang MA

 

 

I. BENTUK

Perisai (Jawa: Tameng) / Bulat Telur

II. ISI

1. GARIS TEPI

5 (Lima) garis yang melingkar pada sisi luar labang menggambarkan 5 (lima) sila dari pancasila

2. TULISAN

Tulisan (Mahkamah Agung) yang melingkar diatas sebatas garis lengkung perisai bagian atas menunjukkan Badan, Lembaga Pengguna lembang tersebut.

3. LUKISAN CAKRA

Dalam cerita wayang (pewayangan), cakra adalah senjata Kresna berupa panah beroda yang digunakan sebagai senjata "pamungkas" (terakhir). Cakra digunakan sebagai senjata ketidak adilan. Pada lambang Mahkamah Agung, cakra tidak terlukis sebagai cakra yang sering/banyak dijumpai misalnya cakra pada lambang kostrad, lambang hakim, lambang ikahi dan lain-lainnya yakni berupa bentuknya cakra. Jadi cakra dalam keadaan "diam" (statis). Tidak demikian halnya dengan cakra yang terdapat pada lambang Mahkamah Agung. Cakra pada lambang Mahkamah Agung terlukis sebagai cakra yang (sudah) dilepas dari busurnya. Kala cakra dilepas dari busurnya roda panah (cakra) berputar dan tiap ujung (ada delapan) yang terdapat pada roda panah (cakra) mengeluarkan api. Pada Lambang Mahkamah Agung cakra dilukiskan sedang berputar dan mengeluarkan lidah api (Belanda: vlam).

Cakra yang rodanya berputar dan mengeluarkan lidah api menandakan cakra sudah dilepas dari busurnya untuk menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.

Jadi pada lambang Mahkamah Agung, cakra digambarkan sebagai cakra yang "aktif", bukan cakra yang "statis"

4. PERISAI PANCASILA

Perisai Pancasila terletak di tengah-tengah cakra yang sedang menjalankan fungsinya memberantas ketidak adilan dan menegakkan kebenaran. Hal itu merupakan cerminan dari Pasal 1 Undang-undang nomor 14 Tahun 1970 yang rumusnya:

"Kekuasaan Kehakiman adalah Kekuasaaan Negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia"

5. UNTAIAN BUNGA MELATI

Terdapat 2 (dua) untaian bunga melati masing-masing terdiri atas 8 (delapan) bunga melati, melingkar sebatas garis lengkung perisai bagian bawah, 8 (delapan) bunga melati dimaknakan sebagai 8 (delapan) sifat keteladanan dalam kepemimpinan (hastabrata).

6. SELOKA DHARMAYUKTI

Pada tulisan "dharmmayukti" terdapat 2 (dua) huruf M yang berjajar. Hal itu disesuaikan dengan bentuk tulisan "dharmmayukti" yang ditulis dengan huruf jawa. Dengan menggunakan dobel M, yang terdapat pada akhir kata "dharma" akan dilafal sebagai huruf "A" seperti ucaan pada kata " ACARA", "DUA", "LUPA" dan sebagainya.

Apabila menggunakan 1 (huruf) "M", huruf "A" ang terdapat pada akhir kata "dharma" memungkinkan dilafal sebagai huruf "O" seperti lafal "O" pada kata "MOTOR", "BOHONG" dan lain-lainnya.

Kata Dharma mengandung arti BAGUS, UTAMA, KEBAIKAN, Sedangkan kata "YUKTI" mengandung arti SESUNGGUHNYA, NYATA. Jadi kata "DHARMMAYUKTI" mengandung arti KEBAIKAN, KEUATAAM YANG NYATA / YANG SESUNGGUHNYA yakni yang berujud sebagai KEJUJURAN, KEBENARAN, DAN KEADILAN.